15 June 2021

Sistem Panel Surya: Jenis, Cara Kerja, dan Perbedaan On-Grid, Off-Grid, Hybrid

Sistem Panel Surya: Pengertian, Jenis, Cara Kerja, Penerapan dan Perbedaannya

Sistem panel surya adalah rangkaian komponen yang mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik siap pakai. Sistem ini terdiri dari panel surya, inverter, sistem mounting, dan baterai (opsional).

Ada tiga jenis utama, yakni sistem On-Grid yang terhubung ke jaringan PLN, sistem Off-Grid yang berdiri sendiri dengan baterai, dan sistem Hybrid yang menggabungkan keduanya. Masing-masing punya cara kerja dan kecocokan penggunaan yang berbeda.

Indonesia memiliki potensi energi surya rata-rata 4,8 kWh per m2 per hari di seluruh wilayah, menjadikan sistem panel surya pilihan yang sangat efisien untuk iklim tropis sepanjang tahun menurut data Kementerian ESDM.

Anda bisa mendapatkan panel surya sesuai kebutuhan Anda Bersama SUN Energy. SUN Energy merupakan pengembang sistem tenaga surya (solar developers) terbesar di Indonesia yang menawarkan model pembiayaan Zero Investment / DP 0%. Jadi Anda tidak usah mengeluarkan biaya investasi yang besar di awal untuk memasang panel surya karena SUN Energy yang akan membayar biaya investasinya. Cukup dengan DP 0%, Anda bisa memiliki solusi terbaik penghematan biaya listrik bulanan sampai dengan 30% dan bergaransi sampai 25 tahun.

Mengenal Sistem Panel Surya

Untuk memaksimalkan tenaga surya, kita dapat menggunakan panel surya. Panel surya adalah alat konversi energi cahaya matahari yang mampu menangkap dan mengumpulkan sinar matahari kemudian mengubahnya menjadi energi listrik. 

Jenis Panel Surya

Panel surya tersedia dalam beberapa jenis yang memiliki karakteristik berbeda, mulai dari efisiensi, harga, hingga kondisi penggunaan terbaiknya. Lihat perbandingan lengkap jenis-jenis panel surya dari monocrystalline hingga thin film untuk memilih yang paling tepat:

1. Sistem On Grid

Sistem on grid adalah sebuah sistem yang bekerja secara langsung dengan listrik yang dihasilkan bersamaan oleh jaringan PLN. Pembangkit listrik tenaga surya sistem on grid ini dapat diterapkan untuk perumahan, gedung bangunan, perkantoran, maupun pabrik dan gudang. Untuk pabrik dan gedung komersial, SUN Energy menyediakan layanan pemasangan PLTS atap end-to-end dari survei lokasi hingga pengurusan izin PLN.

Dengan sistem on grid, Anda dapat memanfaatkan panel surya pada siang hari, dimana intensitas penggunaan listrik paling tinggi. Sehingga, pada pagi dan malam harinya, Anda tetap dapat menggunakan daya listrik dari PLN. Dengan sistem on grid, Anda dapat menghemat tagihan listrik hingga 30% setiap bulannya.

Cara Kerja Sistem On Grid

Cara kerja dari sistem panel surya on grid adalah sinar matahari yang diterima akan dikonversikan menjadi arus listrik searah atau DC (direct current). Lalu, inverter akan mengubah arus listrik DC menjadi arus bolak balik atau AC (alternating current) dan akan disinkronkan dengan arus listrik yang berasal dari PLN untuk digunakan. Untuk memahami proses konversi ini secara lebih teknis, lihat panduan cara kerja PLTS lengkap.

Saat energi yang dihasilkan dari panel surya berlebih dari pemakaian, maka energi ini dapat langsung dialirkan ke PLN melalui meteran khusus. Dengan memanfaatkan sistem on grid, Anda dapat mengimbangi tagihan listrik konvensional Anda. Meskipun demikian, perlu diingat disaat listrik PLN mati, maka hunian / bangunan Anda juga akan mati, mengingat sistem ini terintegrasi dengan listrik PLN.

2. Sistem Off Grid

Sistem off grid adalah sebuah sistem yang tidak terhubung dengan jaringan PLN. Sistem off grid akan menyimpan tenaga surya di dalam baterai agar dapat digunakan disaat tidak ada jaringan ataupun jaringan listrik mati. Perlu diketahui bahwa sistem off grid tidak dapat memberikan daya untuk seluruh beban listrik dikarenakan penggunaan baterai yang akan memakan biaya lebih besar. Dengan perancangan yang baik, sistem off grid dapat menghasilkan daya yang mencukupi sepanjang tahun. Bahkan, di saat musim hujan kapasitas baterai dapat memenuhi kebutuhan energi.

Cara Kerja Sistem Off Grid

Cara kerja dari sistem panel surya off grid adalah sinar matahari yang diterima akan mengalirkan arus listrik searah (DC) tersebut ke regulator. Bank baterai ini nantinya yang akan menyimpan listrik DC. Inverter ini akan menarik daya listrik dari baterai. Setelah itu, akan diubah menjadi listrik AC dan diteruskan ke panel surya.

3. Sistem Hybrid

Sistem hybrid akan menghasilkan sumber listrik dari panel surya yang dapat digabungan dengan sumber listrik dari PLN. Kedua sumber ini akan saling mendukung di saat terdapat kurang nya daya listrik ataupun terjadi pemadaman listrik. Pada sistem hybrid, panel surya merupakan sumber energi utama yang dikonversikan dan akan ditampung ke baterai. Disaat pemakaian listrik telah melebihi kapasitas baterai yang dimiliki, maka listrik PLN akan masuk secara otomatis.

Kelebihan menggunakan sistem hybrid ini adalah listrik akan tetap dialirkan meskipun terjadi pemadaman. Pelajari lebih lanjut tentang sistem panel surya hybrid dan kegunaannya termasuk contoh penerapannya di industri Indonesia.

Cara Kerja Sistem Hybrid

Panel surya akan menangkap sinar matahari dan dikonversikan menjadi listrik DC. Setelah itu, inverter akan mengubah ke daya listrik AC yang akan digunakan untuk peralatan listrik. Daya listrik ini yang kemudian dikirimkan ke panel distribusi atau MCB untuk digunakan.

Penerapan: Sistem Mana yang Tepat untuk Kebutuhan Anda? 

Berbagai macam sistem dapat diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan. Sistem on grid direkomendasikan untuk berbagai bangunan ataupun perumahan yang telah memiliki jaringan listrik nasional atau jaringan PLN. Hal ini untuk memaksimalkan penghematan biaya listrik Anda sampai dengan 30%.

Sedangkan, off-grid direkomendasikan untuk daerah yang memang tidak dialiri atau tidak memiliki jaringan listrik nasional atau PLN. Hal ini dikarenakan, sistem off grid yang membutuhkan generator cadangan serta baterai yang memiliki biaya cukup besar. Dan untuk sistem hybrid sendiri, dapat dimanfaatkan untuk efisiensi agar kegiatan industri atau operasional dapat menjadi lebih efisien dalam memasok kebutuhan energi.

Perbandingan On-Grid, Off-Grid, dan Hybrid

FiturOn-GridOff-GridHybrid
Koneksi PLNYa, terhubungTidakYa, terhubung
BateraiTidak diperlukanWajibAda (opsional)
Listrik saat PLN padamIkut padamTetap menyalaTetap menyala
Cocok untukGedung/pabrik dengan PLNLokasi terpencil tanpa PLNIndustri 24 jam, critical operations
Rekomendasi SUN EnergyYa, untuk industri dan komersialYa, untuk lokasi tanpa PLNYa, untuk operasional 24 jam

Untuk konsultasi sistem mana yang paling sesuai untuk gedung atau pabrik Anda, tim SUN Energy siap membantu dari tahap survei hingga instalasi.

Setelah mengetahui berbagai jenisnya, kini Anda dapat menyimpulkan perbedaannya. Anda juga bisa mengetahui sistem mana yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan terbaik untuk Anda. Yang membedakan antara ketiga sistem tersebut adalah biaya instalasi, perawatan dan juga sistem kerjanya. Sistem on grid ini menjadi sistem panel yang lebih terjangkau sedangkan sistem off grid membutuhkan biaya yang lebih besar. Sistem on grid jika terjadi pemadaman listrik akan ikut padam juga, berbeda dengan sistem off grid dan hybrid.

Kualitas panel surya yang Anda dapatkan ini sangat tergantung dengan memilih penyedia jasa tenaga surya yang handal dan terbukti kualitasnya. Untuk mencapai penghematan listrik dan mengurangi emisi karbon, Anda dapat menggunakan sistem tenaga surya atau panel surya dari SUN Energy. SUN Energy merupakan perusahaan pengembang proyek sistem tenaga surya terbesar di Indonesia yang telah memiliki proyek di skala internasional. SUN Energy memberikan solusi terintegrasi mulai dari konsep, konstruksi, penentuan lokasi, izin proyek dengan berbagai macam pembiayaan. Untuk konsultasi dan informasi lebih lanjut mengenai penghematan listrik hingga 30% dengan DP 0%, silakan hubungi tim SUN Energy sekarang juga! 

Segera hubungi Kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, melalui: 

WhatsApp: +62 8810 1225 1888

Email: marketing@lifewithsun.com


WhatsApp