Industri makanan dan minuman (F&B) adalah sektor industri yang menggunakan energi listrik cukup besar. Proses seperti pendinginan, pemasakan, pengeringan, pendinginan ruang simpan (cold storage), pencucian, dan produksi packaging membutuhkan listrik dalam jumlah besar. Di tengah tekanan kenaikan tarif listrik, solusi energi terbarukan seperti panel surya menawarkan jalan keluar untuk masalah tersebut.
SUN Energy menghadirkan instalasi PLTS yang mampu menopang kebutuhan listrik operasional pada siang hari. Ikuti langkah mitra kami seperti Sido Muncul dan Garudafood yang telah meningkatkan efisiensi energi melalui pemanfaatan energi surya.
Baca Juga: Daftar Perusahaan FMCG Terkemuka yang Sudah Memasang PLTS di Indonesia
a. Penghematan Biaya Operasional
Dengan memproduksi listrik mandiri melalui PLTS, industri F&B dapat mengurangi tagihan listrik dari PLN, terutama pada jam puncak.
b. Reduksi Emisi Karbon
Menggantikan listrik berbasis fosil dengan listrik surya mengurangi emisi operasional. Kontribusi ini juga mendukung target ESG perusahaan.
c. Stabilitas Biaya Energi
Setelah masa balik modal (payback), listrik yang dihasilkan relatif “bebas biaya” (kecuali perawatan), sehingga perusahaan terlindungi dari fluktuasi tarif listrik.
d. Peningkatan Citra dan Nilai Branding
F&B yang menerapkan energi bersih punya keunggulan marketing; konsumen semakin peduli terhadap produk yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab sosial.
PT Surya Pratista Hutama, produsen mi instan & makanan ringan, telah memasang PLTS atap di pabrik Sidoarjo. Sistem ini menghasilkan ~ 325.517 kWh per tahun, dan diklaim mengurangi emisi sekitar 253 ton CO₂ per tahun.
Baca Artikel : "Produksi Mi Burung Dara Kini Pakai Energi Surya" di situs SUN Energy.
Garudafood bersama SUN Energy mewujudkan transisi menuju energi bersih melalui pemasangan PLTS Atap di Pabrik Pati, Jawa Tengah. Langkah ini diklaim mampu mengurangi emisi karbon hingga 4.000 ton per tahun, menjadikannya salah satu implementasi PLTS terbesar di sektor F&B Indonesia.
Baca Artikel: "Menuju Industri Hijau, Garudafood Manfaatkan PLTS Atap dengan SUN Energy" di situs SUN Energy.
PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) memasang PLTS berkapasitas 1,5 MWp di Plant Food Division-nya yang berlokasi di Salatiga, Jawa Tengah, bekerja sama dengan SUN Energy. Sistem ini diperkirakan menghasilkan 1.508.458 kWh listrik setiap tahunnya, setara dengan pengurangan 1.178 ton emisi karbon per tahun.
Baca Artikel: "Era Keberlanjutan, Charoen Pokphand Indonesia Instalasi Sistem PLTS" di situs SUN Energy.
Tantangan | Solusi & Praktik Terbaik |
|---|---|
| Produksi listrik menurun saat cuaca mendung/hujan | Gunakan desain sistem redundan, inverter MPPT, dan sistem hybrid dengan baterai jika diperlukan |
| Fluktuasi beban listrik (misalnya mesin besar menyala tiba-tiba) | Desain buffer kapasitas dan manajemen beban (load scheduling) |
| Integrasi listrik surya ke jaringan internal pabrik | Gunakan sistem on-grid atau hybrid, pastikan kompatibilitas dengan sistem kelistrikan pabrik |
| Pemeliharaan dan kebersihan panel | Rutin pembersihan panel, monitoring performa, dan pemeliharaan preventif |
Gunakan Kalkulator dari SUN Energy untuk menghitung kebutuhan Anda.
Panel surya menawarkan peluang besar untuk industri F&B dalam hal efisiensi energi, pengurangan emisi, dan peningkatan reputasi lingkungan. Dengan perencanaan yang tepat, teknologi yang sesuai, serta dukungan regulasi dan pembiayaan, industri makanan dan minuman dapat memperkuat posisi sebagai pemain yang berkelanjutan dalam era transformasi energi.
Segera hubungi Kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, melalui:
Whatsapp: http://wa.me/+62881012251888
Email: [email protected]