27 March 2025

Jenis-Jenis Panel Surya: Perbandingan dan Rekomendasi untuk Industri

Perbandingan Jenis Panel Surya Industri Monocrystalline vs Polycrystalline

Panel surya tersedia dalam 4 jenis utama: Monocrystalline Silicon, Polycrystalline Silicon, Thin Film Solar Cell, dan Compound Thin Film Triple Junction. Setiap jenis memiliki karakteristik efisiensi, harga, dan kondisi penggunaan yang berbeda.

Untuk kebutuhan industri dan gedung komersial di Indonesia, SUN Energy merekomendasikan Monocrystalline Tier-1 karena efisiensi tertinggi (di atas 20%), output daya per meter persegi yang besar, dan ketahanan jangka panjang hingga 25 tahun.

Artikel ini menjelaskan perbedaan setiap jenis panel surya beserta panduan memilih yang paling sesuai untuk kebutuhan pabrik dan gedung komersial Anda.

Jenis Panel Surya

Panel surya sendiri terdapat dalam berbagai macam jenis yang sangat penting untuk Anda ketahui. Lalu apa saja jenis jenis panel surya tersebut? Inilah daftarnya: 

1.  Monocrystalline Silicon

Monocrystalline silicon merupakan panel surya yang memiliki banyak keunggulan seperti terbuat silikon yang diiris tipis menggunakan bantuan mesin potong. Hasil irisan yang tipis tersebut membuat karakteristik monocrystalline silicon lebih menonjol. 

Jenis ini sangat direkomendasikan untuk industri karena memiliki efisiensi tertinggi (di atas 20%) dan performa lebih baik dalam kondisi minim cahaya atau mendung. Hemat ruang atap pabrik karena output daya per meternya besar.

Selain itu, penampang monocrystalline silicon bisa menyerap cahaya matahari lebih optimal jika dibandingkan dengan jenis sel surya yang lainnya. Meski memiliki banyak keunggulan, monocrystalline silicon juga memiliki kekurangan. Agar bisa berfungsi secara efisien, cahaya harus memiliki kadar terang dan tinggi. 

Jika cuaca sedang mendung dan berawan, monocrystalline silicon tidak bisa menyerap energi matahari secara maksimal dan efisiensi panel berpotensi menurun.

Untuk memahami bagaimana panel surya mengubah sinar matahari menjadi listrik, pelajari lebih lengkap dalam artikel tentang cara kerja PLTS.

2. Polycrystalline Silicon

Polycrystalline silicon merupakan jenis panel surya yang umum digunakan di banyak jenis bangunan. Kebanyakan panel surya yang ditemukan di Indonesia menggunakan jenis yang satu ini. 

Teknologi panel surya tersebut terbuat dari batang silikon yang bisa dicairkan. Polycrystalline silicon juga memiliki kelebihan dari segi susunan yang lebih rapat dan rapi. 

Karakteristik polycrystalline silicon adalah mempunyai tampilan yang cukup unik. Jika dilihat lebih detail, panel surya akan terlihat lebih unik karena terkesan seperti ada retakan-retakan pada bagian dalam sel surya. 

Sama seperti panel surya yang lain, polycrystalline silicon juga memiliki kelemahan atau kekurangan. Polycrystalline silicon tidak cocok dengan wilayah atau area yang memiliki curah hujan tinggi. Nah, pada saat seperti itu efisiensi dari panel polycrystalline silicon akan menurun atau tidak berfungsi sama sekali.

Jenis panel surya ini kurang disarankan untuk beban berat industri. Meskipun harganya lebih ekonomis, efisiensinya lebih rendah dan kurang tahan panas dibanding Mono. Tidak cocok untuk pabrik yang mengejar target Net Zero Emission jangka panjang.

3. Thin Film Solar Cell

Jenis panel surya selanjutnya adalah thin film solar cell. Dibandingkan dengan kedua jenis panel surya sebelumnya, thin film solar cell jarang dipakai untuk bangunan di skala rumahan dan hanya digunakan untuk kebutuhan komersial saja. 

Ya, sesuai dengan namanya jenis panel surya yang satu ini memiliki ukuran yang sangat tipis dan memiliki bobot yang lebih ringan. Selain itu, sifatnya juga sangat fleksibel. 

Nah, thin film solar cell bisa bekerja sangat baik pada cahaya fluorescent atau cahaya lampu pijar yang banyak dijadikan sebagai alat penerangan baik di rumah maupun di kantor. 

Kekurangannya yaitu efisiensi yang dimiliki panel surya jenis ini memang cukup rendah. Anda hanya bisa mendapatkan penangkapan cahaya matahari sebesar 8,5% untuk penampang yang luasnya sama dengan monocrystalline.

Selain sel surya itu sendiri, ada komponen sistem panel surya lain yang perlu dipahami sebelum instalasi, mulai dari inverter, combiner box, hingga sistem monitoring.

4. Compound Thin Film Triple Junction Photovoltaic

Yang terakhir ada compound thin film triple junction photovoltaic. Sesuai dengan namanya, jenis panel surya yang satu ini hanya memiliki tiga lapisan. 

Anda tidak bisa menggunakan compound thin film triple junction photovoltaic untuk kebutuhan sehari-hari. Hal itu dikarenakan jenis panel surya yang satu ini hanya bisa digunakan di luar angkasa. 

Kemampuan dan efisiensi compound thin film triple junction photovoltaic yang dimiliki sangat tinggi. Pasalnya, panel surya ini mampu menghasilkan daya listrik sebesar 45% lebih besar dibandingkan dengan jenis panel lainnya. 

Sayangnya, panel surya compound thin film triple junction photovoltaic lebih berat dan rapuh dibandingkan yang lain.

Perbedaan Pada Setiap Jenis Panel Surya

Setelah mengenal jenis jenis panel surya, tentunya Anda menjadi bingung untuk mempertimbangkan tentang jenis panel yang terbaik untuk bangunan Anda. Sebelum mengetahui mana panel surya terbaik untuk Anda, simak dahulu perbedaannya, yuk!

1. Jenis sel surya

Panel monocrystalline memiliki jenis sel surya silikon tunggal atau mono, sedangkan polycrystalline terbuat dari jenis silikon multi-kristal. 

Lalu, untuk compound thin film triple junction photovoltaic dan thin film solar cell terbuat dari silikon dengan campuran beberapa bahan pembuatn sel surya lainnya.

2. Estetika dan Efisiensi

Dari segi warna, keempat jenis panel ini juga berbeda. Monocrystalline berwarna hitam dan polycrystalline berwarna biru.  

Sedangkan untuk thin film warnanya hitam, dan dari segi estetika thin film lebih tipis serta begitu fleksibel. 

Untuk triple junction juga memiliki estetika yang tidak kalah menariknya, karena memiliki dua varian warna, yaitu hitam dan biru.

Dari segi efisiensi, monocrystalline memiliki kinerja yang lebih baik dalam suhu tinggi dan kondisinya teduh. 

Sementara untuk polycrystalline kurang efisien dalam suhu yang lebih tinggi. Thin film memiliki efisiensi yang lebih rendah yakni sekitar 11% saja. 

Khusus triple junction memiliki efisiensi yang paling tinggi karena terdiri dari tiga lapisan bahkan efisiensinya mencapai 45%. 

Jika masih bingung, Anda bisa konsultasi tentang kebutuhan panel surya Anda ke SUN Energy.

3. Harga

Selanjutnya, adalah perbedaan harga. Bagi Anda yang ingin menggunakan panel surya penting untuk mempertimbangkan harganya. Harga panel surya monocrystalline jauh lebih mahal dibandingkan dengan polycrystalline. Untuk gambaran biaya investasi yang lebih konkret, lihat daftar harga panel surya industri.

Fitur

Monocrystalline (Standar SUN Energy)

Polycrystalline (Teknologi Lama)

WarnaHitam Pekat (Estetis)Biru Bercak
EfisiensiTinggi (Diatas 20%)Sedang (15-17%)
Ketahanan PanasSangat BaikMenurun saat panas terik
RekomendasiPabrik / Komersial / GudangPerumahan Subsidi

Untuk perbandingan yang lebih mendalam termasuk performa di iklim Indonesia, baca analisis lengkap Mono vs Poly Solar Panel.

Panel Surya Mana yang Terbaik untuk Industri di Indonesia?

Monocrystalline adalah pilihan yang SUN Energy rekomendasikan untuk pabrik dan gedung komersial di Indonesia. Teknologi monocrystalline generasi terbaru (termasuk panel Tier-1 yang digunakan SUN Energy) sudah memiliki kemampuan low-light performance yang baik, artinya panel tetap menghasilkan listrik meski dalam kondisi mendung, hanya dengan output yang sedikit lebih rendah.

Pertimbangan utama untuk industri adalah efisiensi per meter persegi atap. Dengan konsumsi listrik industri yang besar, setiap meter atap harus menghasilkan daya semaksimal mungkin. Di sinilah monocrystalline unggul secara signifikan dibanding polycrystalline.

Jika sudah menentukan jenis panel yang sesuai, langkah selanjutnya adalah pemasangan PLTS atap oleh tim engineer bersertifikat. SUN Energy menggunakan panel monocrystalline Tier-1 (Bloomberg Listed) dengan garansi performa 25 tahun untuk seluruh proyek industri dan komersial.

SUN Energy : Solusi Panel Surya Terbaik untuk Bangunan Anda

SUN Energy adalah perusahaan pengembang proyek tenaga surya terbesar di Indonesia. Untuk Anda yang ingin mendapatkan panel surya terbaik dan sesuai dengan kebutuhan, maka SUN Energy adalah solusinya. 

Ingin Spesifikasi Terbaik untuk Pabrik Anda? Tim Engineer SUN Energy hanya menggunakan panel surya Tier-1 (Bloomberg Listed) dengan garansi performa 25 tahun. 

Konsultasi Spesifikasi Teknis Sekarang melalui:
WhatsApp: https://wa.me/+62881012251888

Untuk opsi pembayaran, pelajari skema sewa panel surya DP 0% yang tersedia untuk perusahaan industri dan komersial.


WhatsApp