04 January 2026

Peran Panel Surya dalam Mengurangi Emisi Karbon di Indonesia

Tag
Peran Panel Surya dalam Mengurangi Emisi Karbon di Indonesia

Energi surya merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang paling bersih dan berkelanjutan. Dengan kemajuan teknologi saat ini, panel surya memungkinkan pemanfaatan energi matahari sebagai sumber listrik ramah lingkungan.

Bagaimana Panel Surya Membantu Menekan Emisi Karbon?

Dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi utama, sistem panel surya atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menghasilkan listrik tanpa emisi karbon dioksida (CO₂) selama operasionalnya. Berbeda dengan pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil yang melepaskan emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar, PLTS membantu mengurangi jejak karbon secara langsung.

Menurut artikel Fenice Energy serta data dari Sabin Center dan Lawrence Berkeley National Laboratory, tenaga surya skala utilitas dapat menghasilkan 394 hingga 447 MWh energi per tahun per hektar. Jika digunakan sebagai pengganti gas alam, ini berarti setara dengan pengurangan 385.000 hingga 436.000 ton karbon dioksida per tahun. Sebagai perbandingan, hutan di AS rata-rata hanya menyerap sekitar 0,84 metrik ton CO₂ per hektar per tahun.

Kontribusi PLTS dalam Transisi Energi Bersih di Indonesia

Data dari platform Renewable Energy Indonesia dan laporan Kementerian ESDM menunjukkan poin-poin penting berikut:

1. Kapasitas PLTS dan Bauran Energi Nasional

  • Pada akhir 2023, kapasitas pembangkit listrik energi terbarukan (EBT) di Indonesia mencapai 13.155 MW, dengan PLTS berkontribusi sebesar 573,8 MW.
  • Produksi listrik dari EBT menyumbang sekitar 19,6% dari total produksi listrik nasional tahun 2022.

2. Target PLTS Atap hingga 2030

  • Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS Atap sebesar 2.145 MW sampai tahun 2030.
  • Sektor utama yang akan memanfaatkan PLTS Atap mencakup rumah tangga, BUMN, serta sektor industri dan komersial.

3. Proyeksi Dampak Ekonomi dan Sosial PLTS Atap

  • Pembangunan PLTS Atap hingga 2030 diproyeksikan menyerap hingga 121.500 tenaga kerja.
  • Investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 45–63,7 triliun untuk infrastruktur fisik dan Rp 2,04–4,1 triliun untuk pembelian energi listrik.
  • Potensi penurunan emisi GRK dari target PLTS Atap ini diperkirakan mencapai 4,58 juta ton CO₂e.

4. Peraturan dan Dukungan Pemerintah

  • Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM No. 2 Tahun 2024 sebagai penyempurnaan regulasi sebelumnya untuk mempercepat pengembangan dan implementasi PLTS atap, termasuk kemudahan izin dan integrasi sistem dengan jaringan PLN.

Kebijakan Pemerintah dan Target Net Zero Emission

Pemerintah Indonesia telah menegaskan komitmennya terhadap transisi energi bersih melalui berbagai kebijakan dan rencana strategis nasional:

1. Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034

  • RUPTL terbaru menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 GW hingga tahun 2034, dengan sekitar 76% berasal dari sumber Energi Baru Terbarukan (EBT), termasuk PLTS. 
  • Dalam jumlah itu, PLTS diproyeksikan menyumbang 17,1 GW kapasitas baru. Sisanya akan datang dari energi hidropower, angin, panas bumi, dan bioenergi.
  • Meskipun RUPTL menunjukkan peningkatan porsi energi bersih, ada juga rencana untuk menambah 16,6 GW pembangkit berbasis batubara dan gas dalam periode yang sama, sehingga transisi energi dianggap masih berjalan bertahap.

2. Program Elektrifikasi di Wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar)

  • Pemerintah meresmikan 47 PLTS yang beroperasi di 47 desa di 11 provinsi, dengan total kapasitas 27,8 MW, yang kini menerangi 5.383 rumah tangga di wilayah 3T.
  • Ini merupakan bagian dari strategi percepatan akses energi bersih dan merata, terutama untuk menghadapi ketimpangan elektrifikasi di daerah terpencil.

3. Target Net Zero Emission Tahun 2060

  • Pemerintah menegaskan target pencapaian Net Zero Emission pada tahun 2060 sebagai bagian dari komitmen nasional terhadap perubahan iklim. PLTS merupakan salah satu teknologi utama yang akan dimanfaatkan untuk mencapai target ini.

Ringkasan Kebijakan

Kebijakan / Program

Target / Aksi

RUPTL 2025–2034Tambah 69,5 GW; 17,1 GW dari PLTS
Elektrifikasi Daerah 3T47 PLTS, 27,8 MW untuk 5.383 rumah tangga
Komitmen Net Zero Emission di 2060Peralihan energi bersih dengan PLTS sebagai pilar utama

Dengan regulasi progresif dan komitmen terhadap Net Zero Emission, PLTS menjadi elemen kunci dalam strategi nasional untuk menurunkan emisi karbon. SUN Energy dapat mendukung tujuan ini dengan menyediakan solusi PLTS yang sesuai regulasi, efektif, dan berdampak luas, terutama di sektor industri, komersial, serta daerah-daerah dengan akses listrik terbatas.

 

Dampak Positif Penggunaan Panel Surya terhadap Lingkungan dan Ekonomi

Selain menekan emisi karbon secara signifikan, penggunaan panel surya memberikan dampak positif lain seperti:

  • Mengurangi polusi udara akibat tidak adanya pembakaran bahan bakar fosil.
  • Menstabilkan pasokan listrik terutama saat terjadi lonjakan permintaan karena produksi bisa dilakukan langsung dari lokasi konsumen industri/bisnis.
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi hijau melalui penciptaan lapangan kerja baru di sektor instalasi dan pemeliharaan sistem tenaga surya.

Kesimpulan

Panel surya memainkan peranan krusial dalam upaya pengurangan emisi karbon sekaligus mendukung transisi menuju masa depan energi bersih di Indonesia. Dengan dukungan kebijakan pemerintah serta kesadaran perusahaan akan pentingnya ESG, pemanfaatan teknologi PLTS semakin relevan untuk menjawab tantangan perubahan iklim global maupun lokal.

Jika Anda ingin mulai berkontribusi nyata mengurangi jejak karbon sambil menekan biaya listrik bisnis Anda, saatnya beralih ke solusi panel surua bersama SUN Energy, mitra terpercaya dalam menyediakan sistem energi surya berkualitas tinggi sesuai kebutuhan industri Anda.

Segera hubungi Kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, melalui: 

Whatsapp: http://wa.me/+62881012251888

Email: [email protected]

 

Referensi:

  1. https://blog.feniceenergy.com/how-many-trees-are-saved-by-solar-panels-eco-friendly-facts/#How_is_the_carbon_dioxide_savings_from_solar_installations_calculated 
  2. https://energyandcleanair.org/publication/indonesias-ruptl-outlines-faster-growth-in-fossil-fuel-use-downgrades-ambition-for-clean-energy/ 
  3. https://www.hoganlovells.com/en/publications/powering-indonesias-future-key-takeaways-from-the-20252034-ruptl 
  4. https://renewableenergy.id/data-energi-terbarukan/
  5. https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/menteri-esdm-ungkap-strategi-penuhi-target-bauran-energi-dari-ebt 
  6. https://esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/implementasi-peraturan-menteri-esdm-tentang-plts-atap 
  7. https://web.pln.co.id/cms/media/siaran-pers/2025/06/47-plts-diresmikan-presiden-5-383-rumah-tangga-di-wilayah-3t-kini-nikmati-listrik-bersih/
  8. https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/4KZwpPEN-presiden-resmikan-47-plts-di-wilayah-3t-ribuan-rumah-kini-terang-oleh-energi-bersih