Jakarta, 13 Februari 2026 — SUN memperkuat peranannya dalam mendorong implementasi kawasan industri hijau di Indonesia melalui pendekatan Energy-as-a-Solution, sebuah rangkaian solusi keberlanjutan terintegrasi yang dirancang untuk membantu kawasan industri dan tenant menurunkan emisi, meningkatkan efisiensi energi, dan memenuhi standar ESG global.
Melalui pendekatan ini, SUN tidak lagi hanya menyediakan energi surya, tetapi menghadirkan ekosistem solusi energi yang mencakup PLTS Atap, manajemen dan penyimpanan energi, hingga elektrifikasi kendaraan operasional. Pendekatan terintegrasi ini memungkinkan kawasan industri membangun fondasi green industrial park secara komprehensif dan berkesinambungan.
Sejalan dengan komitmen tersebut, SUN telah mengimplementasikan PLTS di tiga kawasan industri strategis, Karawang International Industrial City (KIIC), Greenland International Industrial Center (GIIC), dan Kawasan Industri Jababeka, puluhan megawatt kapasitas sistem energi surya telah terpasang di lebih dari 20 lokasi proyek.
Pengembangan PLTS di kawasan industri menjadi fondasi awal dalam membangun ekosistem green industrial park. Sebagai pusat aktivitas manufaktur dan konsumsi energi berskala besar, kawasan industri memiliki peran strategis dalam menurunkan emisi operasional sekaligus menjaga daya saing jangka panjang, sejalan dengan target dekarbonisasi nasional dan Net Zero Emissions 2060.
Pendekatan Energy-as-a-Solution dari SUN mencakup:
Pendekatan terintegrasi ini memastikan kawasan industri mampu:
“Akselerasi green industrial park bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan untuk menjaga daya saing kawasan industri Indonesia di pasar global,” ujar Jefferson Kuesar, CEO SUN Energy. “Melalui pendekatan Energy-as-a-Solution, kami tidak hanya menghadirkan PLTS, tetapi membangun fondasi energi terbarukan yang lebih stabil, efisien, dan rendah emisi bagi tenant dan pengelola kawasan industri. Inilah kontribusi kami dalam mempercepat transisi energi dan mendorong implementasi kawasan industri hijau di Indonesia.”
Laporan Center for Global Sustainability mencatat bahwa 21 kawasan industri di Indonesia telah menggunakan atau merencanakan penggunaan PLTS sebagai bagian dari strategi energi bersih. Di antara implementasi yang berkembang, Kawasan Industri Jababeka menjadi salah satu area yang telah mengadopsi PLTS secara kolektif. SUN mengembangkan PLTS dengan kapasitas total 1,8 MW untuk tenant lintas sektor: material bangunan, komponen otomotif, farmasi, laboratorium inspeksi, hingga industri kemasan. Inisiatif ini berpotensi menjadi pilot area bagi model kawasan rendah karbon.
“Selain mengembangkan sistem energi surya, kami memandang elektrifikasi transportasi logistik dan operasional turut menjadi elemen penting dalam upaya dekarbonisasi kawasan industri,” ujar Karina, CEO SUN Mobility. “Melalui solusi EV ecosystem yang kami kembangkan, kami melengkapi strategi Energy-as-a-Solution dari SUN. Tujuan kami adalah membantu tenant industri beralih ke operasional yang lebih efisien, lebih bersih, dan selaras dengan target Net Zero. ”Dengan rekam jejak proyek di berbagai kawasan industri strategis, SUN Energy menegaskan posisinya sebagai mitra transisi energi yang mampu memberikan solusi end-to-end untuk pengelola kawasan industri maupun tenant. SUN berkomitmen mendukung Indonesia menuju Net Zero Emissions 2060 melalui pendekatan yang terintegrasi, adaptif, dan siap menjawab tuntutan keberlanjutan global.