01 Mei 2021

10 Cara Menghemat Listrik yang Efektif dan Terbukti

10 Cara Mudah dan Benar Menghemat Listrik di Rumah Anda

Cara menghemat listrik – Tagihan listrik merupakan salah satu pengeluaran pokok bulanan yang memiliki nilai relatif, ada yang kecil hingga besar. Ditambah lagi saat ini tarif dasar listrik kerap mengalami kenaikan, jadi mau tidak mau tagihan listrik pun akan semakin membengkak. Tagihan listrik yang membengkak setiap bulan bisa dikurangi dengan perubahan kebiasaan yang sederhana. Tidak perlu renovasi besar atau investasi mahal untuk mulai merasakan penghematannya.

Artikel ini merangkum 10 cara menghemat listrik yang sudah terbukti efektif, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga solusi teknologi jangka panjang seperti panel surya.

Tips dan Cara Menghemat Listrik di Rumah

Selain menghemat pengeluaran bulanan, cara hemat energi listrik yang konsisten juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan menjaga ketersediaan energi nasional untuk jangka panjang. Inilah beberapa tips yang bisa diterapkan:

1. Gunakan Lampu Secara Efisien

Cara menghemat listrik yang pertama yaitu melakukan efisiensi pada penggunaan lampu di rumah Anda. Pastikan Anda mematikan semua lampu saat akan tidur atau saat akan meninggalkan rumah. Cukup nyalakan lampu di tempat tertentu saja, misalnya halaman rumah. 

Lampu memang terlihat sepele, namun jika dibiarkan terus menyala juga akan memakan banyak daya listrik Anda. Apalagi jika Anda masih menggunakan lampu bohlam atau lampu model lama. 

2. Beralih ke Lampu Hemat Energi

Jika masih menggunakan lampu model lama, maka sebaiknya Anda segera beralih ke lampu LED yang lebih hemat energi. Selain itu hindari penggunaan lampu bekas yang di service kembali. Selain dapat membuat listrik Anda makin boros, lampu yang sudah diperbaiki ini dapat memicu korsleting listrik di rumah. 

3. Pilih Peralatan Listrik yang Memiliki Daya Kecil dan Hemat Energi

Seiring dengan perkembangan teknologi, kini produk peralatan listrik rumah tangga telah banyak dirancang dengan daya yang kecil, sehingga tidak akan memberatkan tagihan listrik Anda. Selain itu, saat ini sudah banyak juga peralatan listrik rumah tangga yang dilengkapi dengan teknologi penghemat energi yang dapat meminimalisir konsumsi daya listrik. Cara menghemat listrik ini diperkirakan cukup memberikan dampak signifikan terhadap tagihan listrik Anda. 

4. Manfaatkan Listrik Prabayar

Penggunaan listrik prabayar ternyata bisa menguntungkan jika Anda cermat. Dengan penggunaan listrik prabayar, Anda dapat mengontrol penggunaan listrik sesuai dengan kebutuhan dan target Anda. 

Misalnya saja, Anda menargetkan listrik di rumah Anda dalam satu bulan hanya untuk Rp 200,000 dan tidak boleh lebih. Dari sini, setiap harinya Anda dapat mengevaluasi penggunaan listrik, apakah melebihi atau sudah sesuai. Namun sekali lagi, hal ini membutuhkan kecermatan Anda dan ketelatenan Anda dalam mengontrol penggunaan listrik.

Untuk menghitung berapa sebenarnya biaya listrik yang Anda keluarkan per bulan, gunakan panduan cara menghitung biaya listrik.

5. Kurangi Penggunaan AC dan Maksimalkan Ventilasi

Cara lain yang dapat Anda lakukan untuk menghemat listrik, adalah mengurangi penggunaan AC di rumah Anda. Sebagai gantinya, Anda dapat menggunakan kipas angin dengan daya yang tentunya lebih kecil dan hemat. Selain itu, Anda juga dapat memaksimalkan fungsi ventilasi agar sirkulasi udara di rumah Anda lebih sehat dan segar. 

Inilah pentingnya membangun rumah dengan sistem ventilasi yang baik. Selain membuat Anda lebih sehat, hal ini dapat membantu Anda dalam penghematan penggunaan listrik harian.

6. Jangan Biarkan Steker Kabel Tetap Terpasang

Anda pasti sering membiarkan steker kabel tetap terpasang di stop kontak meskipun sudah tidak digunakan lagi. Mulai sekarang, jika Anda ingin menghemat tagihan listrik maka selalu cabut steker setelah selesai digunakan. Steker yang tetap terpasang di stop kontak meski tidak dipakai juga tetap mengkonsumsi listrik meskipun kecil. Selain itu, hal ini juga beresiko mengakibatkan adanya korsleting. Berbahaya, bukan?

7. Mencuci dengan Air Dingin

Jika mesin cuci Anda dilengkapi dengan fitur pencucian menggunakan air panas atau hangat, maka sebaiknya gunakan air dingin atau air dengan suhu biasa saja. Penggunaan mesin cuci dengan air hangat akan memakan daya yang cukup besar, sehingga dapat membuat tagihan listrik Anda membengkak. 

8. Pilih Televisi dengan Teknologi Layar LED

Cara menghemat listrik selanjutnya adalah dengan mengganti televisi tabung lama Anda dengan televisi teknologi layar LED. Televisi LED ini justru menggunakan daya listrik yang lebih kecil dibandingkan dengan TV lama Anda. Tidak hanya itu, TV LED juga lebih modern dengan kualitas gambar lebih bagus dan tentunya lebih stylish. 

9. Memasak Nasi dengan Air Mendidih

Cara ini bisa dilakukan untuk menyiasati penggunaan rice cooker agar tidak memakan daya terlalu banyak saat memasak. Saat Anda memasak dengan air mendidih, maka proses memasak dengan rice cooker akan menjadi lebih cepat, sehingga penggunaan daya juga relatif lebih sedikit. 

10. Pasang Panel Surya untuk Solusi Jangka Panjang

Cara hemat listrik yang paling signifikan dalam jangka panjang adalah memasang panel surya. Panel surya mengubah cahaya matahari menjadi listrik dan bisa memangkas tagihan listrik hingga 30%, dibanding tarif PLN normal. Indonesia mendapat paparan matahari rata-rata 4,8 kWh per m2 per hari sepanjang tahun, menjadikan energi surya salah satu pilihan paling efisien untuk kondisi iklim tropis seperti kita.

Untuk gedung komersial dan pabrik industri, SUN Energy menyediakan layanan pemasangan PLTS atap dengan skema yang fleksibel, termasuk opsi sewa panel surya tanpa modal awal (DP 0%) sehingga penghematan langsung terasa sejak hari pertama operasi.

Cara Menghemat Listrik untuk Industri dan Gedung Komersial

Potensi Penghematan Energi di Industri Indonesia

Kementerian ESDM melalui program SETI, Sustainable Energy Transition in Indonesia, telah melakukan audit energi ke sejumlah pabrik di berbagai sektor. Hasilnya menunjukkan potensi penghematan yang jauh lebih besar dari perkiraan awal. Sebanyak 13 pabrik yang diaudit bisa menghemat hingga Rp 24 miliar per tahun. Ini bukan angka proyeksi, melainkan temuan langsung dari lapangan.

Lebih lanjut, ESDM memproyeksikan efisiensi energi akan menyumbang 37 persen dari target penurunan emisi nasional tahun 2030. Pada Mei 2026, kementerian kembali mendorong percepatan investasi dan pembiayaan hijau untuk proyek efisiensi energi di sektor industri. Regulasi dan insentif sedang disiapkan. Perusahaan yang bergerak lebih dulu akan menikmati keuntungan kompetitif.

Audit Energi, Temukan Titik Boros Sebelum Bertindak

Sebagian besar pabrik tidak tahu persis ke mana listrik mereka mengalir. Tagihan besar diterima, dibayar, dan dimasukkan ke biaya operasional tanpa evaluasi mendalam. Di sinilah audit energi berperan.

Proses audit standar berjalan dalam tiga tahap:

  1. Inspeksi lapangan. Teknisi memeriksa seluruh fasilitas, mengidentifikasi kebocoran compressed air, motor yang beroperasi di bawah beban optimal, sistem pencahayaan yang belum efisien, dan peralatan yang konsumsi dayanya tidak wajar.
  2. Data logging. Alat pemantau dipasang di titik-titik kritis selama 7 sampai 14 hari untuk merekam pola konsumsi aktual.
  3. Analisis beban puncak. Hasil logging menunjukkan kapan konsumsi tertinggi terjadi dan mesin mana yang menjadi kontributor utama. Dari sini, keputusan penjadwalan ulang operasi bisa diambil berdasarkan data, bukan perkiraan.

Temuan yang paling sering muncul dari audit energi di pabrik:

  1. Kebocoran udara tekan. Compressed air leak bisa menyumbang 20 sampai 30 persen dari total konsumsi listrik di sistem udara tekan. Kebocoran kecil di banyak titik, jika dijumlahkan, setara dengan menjalankan satu kompresor tambahan tanpa hasil.
  2. Motor dengan kapasitas berlebih. Banyak pabrik memasang motor yang jauh di atas kebutuhan aktual sebagai safety margin. Akibatnya motor beroperasi di bawah beban optimal dan efisiensinya turun. Studi dari US Department of Energy menunjukkan oversized motor bisa membuang 8 sampai 12 persen energi.
  3. Pencahayaan konvensional. Mengganti lampu pabrik ke LED industrial memangkas 50 sampai 70 persen konsumsi listrik untuk pencahayaan. Investasi awal memang ada, namun pengembaliannya cepat karena selisih konsumsinya besar.
  4. Beban standby di luar jam operasional. Peralatan yang tetap menyala dalam mode siaga terus menarik daya. Dikalikan dengan jumlah mesin dan jam non-operasional per bulan, angkanya bisa signifikan.

Manajemen Beban Puncak

Untuk pelanggan industri golongan I-3 dan I-4, PLN menerapkan tarif lebih tinggi pada Waktu Beban Puncak atau WBP, yaitu pukul 17.00 sampai 22.00. Strategi yang paling langsung adalah menggeser operasi mesin-mesin besar ke luar jam WBP. Dampaknya langsung terlihat di tagihan bulan berikutnya, tanpa perlu investasi peralatan baru.

Banyak pabrik sudah menggunakan building management system untuk otomatisasi jadwal start dan stop peralatan. Ditambah pemasangan kapasitor bank untuk memperbaiki faktor daya, perusahaan bisa menghindari denda kVARh dari PLN yang sering tidak disadari karena tercantum sebagai komponen kecil di tagihan.

HVAC dan Kompresor, Dua Konsumen Listrik Terbesar

Di pabrik manufaktur, sistem HVAC dan kompresor udara tekan bisa menyerap 40 sampai 60 persen dari total konsumsi listrik. Namun, kedua sistem ini sering mendapat prioritas paling rendah dalam program penghematan energi.

Tiga langkah yang bisa langsung diterapkan:

  1. Membersihkan filter dan koil secara berkala. Filter kotor meningkatkan konsumsi hingga 10 persen. Tindakan paling sederhana dengan hasil yang langsung terukur.
  2. Memasang variable speed drive (VSD) pada motor kompresor. Kecepatan menyesuaikan beban aktual dan menghemat 20 sampai 50 persen konsumsi listrik.
  3. Memperbaiki kebocoran pipa compressed air. Sebuah lubang berdiameter 3 mm pada tekanan 7 bar bisa membuang listrik setara belasan hingga puluhan juta rupiah per tahun, tergantung jam operasi pabrik. Audit compressed air rutin bisa mengidentifikasi titik-titik bocor yang selama ini tidak terdeteksi.

Tips menghemat listrik untuk rumah tangga seperti ganti LED, cabut steker, dan atur suhu AC efektif di skalanya. Penghematan 5 sampai 15 persen dari tagihan rumah tangga rata-rata Rp 500 ribu per bulan berarti sekitar Rp 25 ribu sampai Rp 75 ribu per bulan. Namun untuk pabrik dengan tagihan ratusan juta per bulan, pendekatan yang sama tidak akan memberikan dampak berarti.

Audit energi saja sudah bisa membuka peluang penghematan signifikan, sebagaimana dikonfirmasi oleh data program SETI dari Kementerian ESDM. Ditambah pemasangan PLTS atap yang menggantikan sebagian pasokan listrik siang hari dari PLN, total penghematan bisa mencapai 25 sampai 35 persen dari tagihan bulanan. Untuk pabrik dengan tagihan Rp 200 juta per bulan, selisihnya mencapai Rp 50 juta sampai Rp 70 juta per bulan.

Ratusan Pabrik Sudah Membuktikan

Sejak 2016, SUN Energy telah memasang PLTS atap di lebih dari 350 proyek. Beberapa klien dengan halaman publik yang bisa dicek langsung:

  1. Bluebird. Panel surya di kantor pusat, mendukung operasional armada dengan energi bersih. Kunjungi sunenergy.id/bluebird-head-office-id.
  2. Wismilak. Pabrik rokok yang beralih ke energi surya untuk menekan biaya operasional dan mengurangi emisi. Kunjungi sunenergy.id/wismilak.
  3. Djarum. Salah satu pabrik terbesar di Indonesia yang menggunakan PLTS SUN Energy. Kunjungi sunenergy.id/djarum.

Portofolio lengkap di sektor pertambangan, otomotif, plastik, tekstil, kertas, FMCG, dan perhotelan tersedia di sunenergy.id/proyek.

Langkah Berikutnya

Tiga langkah untuk memulai:

  1. Audit energi. Cari tahu persis berapa potensi penghematan di fasilitas Anda.
  2. Pilih skema pembiayaan. SUN Rental tanpa uang muka, SUN Leasing dengan cicilan, atau SUN Purchase untuk kepemilikan penuh.
  3. Konsultasi dengan tim SUN Energy. Tanpa kewajiban apa pun di tahap awal.

Hubungi WhatsApp +62 881-0122-51888 atau kunjungi sunenergy.id/pasang-plts.


WhatsApp